Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia Indonesia sampai saat ini masih jauh di bawah HDI negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. HDI Indonesia seperti laporan UNDP 2009 meningkat menjadi 0,734 atau rangking 111 dari 182 negara di dunia. Makin tinggi HDI suatu negara dikatakan makin maju. Dengan demikian Indonesia bisa dikatakan sebagai negara menengah. Profesionalisme kerja dikatakan mampu meningkatkan HDI sebagai bagian dari pemecahan permasalahan yang menjadi ukuran HDI, seperti kualitas pendidikan dan pendapatan per kapita. Sementara dalam kenyataannya sekarang ini pemerintah baru berjuang memutus mata rantai KKN, penyakit kronis yang sudah lama menjangkiti bangsa ini. Seperti apakah profesionalitas dalam pandangan Bapak Buddi Suharto, Sekda Kota Surakarta dalam menanggulangi rendahnya HDI? Simak Wawancara Eksklusif Majalah Nur Hidayah dengan beliau berikut ini.
HDI Indonesia dikatakan rendah dan hal tersebut merujuk pada kualitas SDM yang kurang. Pendapat Bapak?
Lebih dulu saya jelaskan bahwa HDI Indonesia yang rendah salah satu sebabnya menurut saya adalah dari jumlah penduduk. Dari segi kuantitas, jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar ini melahirkan permasalahan tersendiri. Masalah pendidikan, kemiskinan, kesehatan, pemerataan ekonomi, dan masalah sosial lainnya, semua itu menjadi masalah di negeri kita. Wilayah yang luas lagi berpulau-pulau juga menjadi masalah di samping mendatangkan pendapatan negara. Perhatian pemerintah tersita untuk mengatasi semua permasalahan yang ada. Sayangnya, sebagian orang Indonesia masih belum bisa diajak kerja secara profesional untuk menyelesaikannya.
Dapat dijelaskan, bagaimana bekerja secara profesional?
Bekerja secara profesional dalam hal ini pertama bekerja dengan ahli. Banyak yang punya keahlian tapi tidak bekerja atau bekerja di bidang lain dan keahliannya tidak termanfaatkan. Sudah ada masalah pengangguran tidak kentara. Kedua, dalam bekerja, hendaknya senantiasa didasari oleh niat tulus ikhlas sebagai salah satu bentuk ibadah. Ketiga bagaimana pekerjaannya itu dapat memberi manfaat bagi umat atau pihak lain. Terakhir menurut saya bekerja profesional memiliki kode etik. Dengan kode etik itu sesorang tidak bisa bekerja seenaknya atau semaunya, ini harus diperhatikan.
Dikatakan sebagian orang Indonesia belum dapat bekerja secara profesional. Menurut Bapak apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
Saya rasa kesadaran seseorang bahwa saat bekerja kita semua selalu diawasi itu kurang. Padahal yang melakukan pengawasan langsung dari Yang Maha Melihat, Allah swt. Banyak yang belum menghayati hal tersebut, dan akibatnya bekerja seenaknya, kurang memperhatikan dampak dari kelalaian yang dibuatnya. Misalnya saja menunda-nunda pekerjaan. Ada orang yang minta dibuatkan surat izin atau pengantar. Seharusnya bisa langsung dikerjakan tetapi mengatakan bisa diambil besok atau beberapa hari lagi. Itu sudah tidak profesional. Dan sebab utamanya itu tadi, kurangnya kesadaran akan hadirnya Allah swt. sebagai Pengawas. Sebagai muslim kita sudah sering dianjurkan berbuat baik karena sekecil apapun pasti akan mendapat balasan. Tapi masih banyak yang menyepelekan dan bermalas-malasan.
Berarti ada hubungan langsung antara keyakinan kepada Allah/iman dengan profesionalitas seseorang?
Ya betul. Itulah maksud saya. Keimanan itu sebanding dengan kinerja seorang muslim saya kira. Semangat melakukan kebaikan itu kan lahir dari iman. Jadi, kalau boleh saya katakan makin tinggi iman seseorang makin profesional dia dalam bekerja dengan kata lain kinerjanya bagus.
Saat ini, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas SDM kita?
Alhamdulillah khususnya pemerintah sendiri dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah banyak perbaikan. Perbaikan-perbaikan di setiap bidang akan lebih efektif saya kira jika dibarengi dengan perbaikan agamis. Karena saya melihat kualitas keagamaan masyarakat kita masih kurang. Materi masih menjadi ukuran keberhasilan hidup kita. Semestinya kita hidup ini menggunakan ukuran agama, dengan usia yang makin bertambah seberapa banyak amal ibadah kita, atau perintah agama apa saja yang belum kita kerjakan, apakah sudah bersungguh-sungguh dalam bekerja? Kesungguhan merupakan bagian dari profesional.
Ciri profesional lainnya Pak?
Ciri-ciri lainnya adalah mengedepankan tanggung jawabnya, mengedepankan akal sehat, bekerja secara sistematis, dan hasil kerjanya reliable atau bisa dipercaya. Makin profesional seorang pekerja insya Allah makin maju instansi atau lembaga tempatnya bekerja. Seorang profesional tidak akan mengecewakan relasi kerjanya.(If)
















