ARTI HADITS:
Anas radhiyallahu'anhu berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya, Dia menyegerakan hukuman atas dosanya di dunia. Sedangkan jika Allah menghendaki keburukan untuk hamba-Nya, Dia menunda hukuman atas dosanya hingga hari kiamat.”
Rasulullah juga bersabda, “Besarnya pahala berbanding lurus dengan besarnya cobaan. Jika Allah menyukai suatu kaum, niscaya Dia akan memberinya cobaan. Barangsiapa yang menerimanya, maka ia mendapat ridha Allah, dan barang siapa yang marah terhadapnya, maka ia mendapatkan kemarahanNya.” (HR. Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan.”)
PERAWI HADITS :
Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi (lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi) lahir pada 279 H di kota Tirmiz. adalah seorang ahli hadits. Ia pernah belajar hadits dari Imam Bukhari. Ia menyusun kitab Sunan At Turmudzi dan Al Ilal. Ia mengatakan bahwa dia sudah pernah menunjukkan kitab Sunannya kepada ulama ulama Hijaz, Irak dan Khurasan dan mereka semuanya setuju dengan isi kitab itu. Karyanya yang mashyur yaitu Kitab Al-Jami' (Jami' At-Tirmizi). Ia juga tergolonga salah satu "Kutubus Sittah" (Enam Kitab Pokok Bidang Hadits) dan ensiklopedia hadits terkenal.
Al Hakim mengatakan "Saya pernah mendengar Umar bin Alak mengomentari pribadi At Turmudzi sebagai berikut; kematian Imam Bukhari tidak meninggalkan muridnya yang lebih pandai di Khurasan selain daripada Abu 'Isa At Turmudzi dalam hal luas ilmunya dan hafalannya." Imam at Turmudzi wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892) dalam usia 70 tahun.
KANDUNGAN HADITS :
1. Ujian hidup yang dialami seorang muslim sesuai dengan kualitas imannya. Semakin tinggi tingkat keimanan, sebaik berat ujian yang diterimanya.
2. Orang yang beriman akan bersikap sabar saat sakit atau saat tertimpa musibah lainnya, orang yang demikian akan diampuni segala dosa-dosanya.
3. Allah akan memberikan ujian kepada hamba-Nya yang shalih. Ujian itu merupakan bukti cinta Allah kepadanya.
4. Orang yang beriman harus ridha terhadap ujian yang dialaminya, tidak berputus asa karenanya, dan tidak marah terhadapnya.
5. Salah satu tanda dihapuskannya dosa adalah sabar terhadap cobaan.
PELAJARAN HADITS :
Dalam hadits di atas Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita orang-orang yang beriman hendaklah bersikap sabar di saat menerima ujian, baik berupa sakit yang berkepanjangan maupun ujian hidup berupa musibah lainnya. Bagi mereka yang sabar dan menerima ujian hidup itu dengan sabar, maka Allah swt. akan menghapus segala dosanya. Karena jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka disegerakan hukum baginya di dunia dalam bentuk ujian berupa sakit atau musibah lainnya. Apabila ia menerimanya dengan sabar dan ikhlas, maka akan diampuni segala dosanya.
Dalam hadits lainnya Rasulullah juga berkata, menurut riwayat Abu Yahya, Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Sungguh unik urusan orang yang beriman itu. Semua urusannya, baik baginya. Hal itu hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Jika dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim).
Dari hadits-hadist tersebut dapat kita petik pelajaran bahwa: Pertama: Kehidupan seorang muslim, baik senang maupun susah, adalah kebaikan dan bernilai pahala di sisi Allah. Dan kedua seorang mukmin akan bersyukur kepada Allah di waktu senang dan bersabar di waktu susah, sehingga ia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, orang yang imannya lemah akan menggerutu dan marah ketika ditimpa musibah, sehingga ia mendapatkan dua keburukan, yakni kesulitan hidup dan dosa karena ketidaksabarannya. Ia juga tidak bisa mengukur besarnya nikmat yang telah Allah berikan padanya, dan tidak melaksanakan kewajibannya. Oleh karena itu, nikmat yang ada padanya berubah menjadi bencana.
Karena itu sebagai orang-orang yang beriman, hendaknya selalu bersabar ketika menerima musibah, dan selalu bersyukur ketika mendapatkan nikmat dari Allah swt. (As).
















