Friday, Sep 10th

Last update07:38:14 PM GMT

You are here:: Konsultasi Syariah Menikah dengan orang yang beda manhaj dan harokah

Menikah dengan orang yang beda manhaj dan harokah

E-mail Print PDF

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh
Bagaimana hukumnya kita menikah dengan yang berbeda manhaj dan harokah? Bagaimana kira-kira dampaknya jika menikah dengan perbedaan itu dan bagaimana kita tahu seseorang itu berjodoh  atau tidak?
Terima kasih.
Ridho, Solo Baru. Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh
Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna jalan yang jelas dan terang. Manhaj artinya jalan atau metode. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para Sahabat. Allah swt. berfirman:
??????? ????????? ???????? ???????? ????????????
"Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang." (Al-Maa-idah, QS 5: 48)
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Maksudnya, jalan dan syari'at." [tafsir Ibnu Katsir)
Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan hafizhahullah menjelaskan perbedaan antara akidah dan manhaj, beliau berkata: "Manhaj lebih umum daripada akidah. Manhaj diterapkan dalam akidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan akidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya.
Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiyah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul 'akidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.
Allah swt. dan Rasul-Nya telah mewajibkan atas setiap muslim dan muslimah untuk untuk selektif dalam memilih teman duduk dan teman bergaul, hendaknya dia hanya memilih teman yang baik agar agamanya tetap terjaga. Ini pada teman duduk, maka tentunya dalam memilih teman hidup itu harus lebih selektif dan hanya memilih yang betul-betul baik akidah dan manhajnya. Allah swt. berfirman:
????? ??????????? ????? ?????????? ????????? ????????????? ????????
“Dan janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zhalim yang menyebabkan kalian disentuh oleh api neraka.”
Dan dalam hadits Abu Musa Al-Asy'ari yang masyhur, Rasulullah saw. mengumpamakan teman duduk yang baik dengan penjual minyak wangi yang bisa memberikan manfaat kepada orang di dekatnya, sedangkan teman duduk yang jelek bagaikan pandai besi yang bisa memudharatkan orang di dekatnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalil-dalil lain yang semisal dengannya.
Karenanya, seorang muslim yang baik akidah dan manhajnya hendaknya tidak menikah dengan muslimah yang tidak benar akidah dan manhajnya, demikian pula sebaliknya. Bahkan menikahnya seorang muslimah yang baik akidah dan manhajnya dengan muslim yang tidak benar akidah dan manhajnya adalah lebih parah dan lebih jelek akibatnya, karena biasanya istri akan mengikuti suaminya, sementara suaminya tidak berakidah yang benar. Karenanya, sikap untuk tidak mau menikah, kecuali dengan yang benar akidah dan manhajnya adalah sikap yang benar guna menjaga kehormatan dan agamanya.
Maka lihatlah betapa banyaknya orang yang baik menjadi futur (melemah) keimanan dan amal shalihnya lantaran bersuami/istri yang lemah agamanya. Maka jauh-jauh hari Rasulullah saw. memberi arahan siapa yang paling pantas menjadi suami atau istri kita dan yang paling prioritas adalah pilihan terhadap yang terbaik dalam pemahaman dan pengamalan agama. Dan tentunya masih banyak ikhwan/akhwat yang bagus agamanya untuk dijadikan sebagai pendamping hidup untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Karenanya, tetaplah berharap (berdoa), bersabar (dalam ikhtiar) dan bertawakal kepada Allah swt.
Tentang perbedaan harokah? Apakah yang dimaksud berbeda harokah itu dalam aktivitas organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti Muhammadiyah atau NU atau Persis atau yang lainnya? Ataukah karena berbeda dalam aktivitas kajian keagamaan seperti seseorang mengkaji Islam bersama komunitas Tarbiyah atau Hizbut-Tahrir atau lainnya?
Sikap kita adalah bahwa selama mereka saling menghargai dalam perbedaan-perbedaan (cabang=furu) maka tidaklah bermasalah untuk mengambil sebagai teman atau jodoh sekalipun. Tetapi seringkali difahami secara berlebihan perbedaan harokah? Ini malahan menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam berteman, berukhuwah dan dalam mengambil pilihan utama mencari pasangan hidup. Dan lebih parahnya lagi menjadi justifikasi untuk saling menghina, melecehkan, dan bahkan saling menyesatkan dan mengkafirkan. Pesan kami jika ada “jamaah” kajian keislaman semacam ini, janganlah dijadikan teman bergaul, apalagi untuk menjadi pendamping hidup (jodoh) kita. Karena ini tidak sesuai dengan ajaran Islam  dan dilarang oleh agama.
Adapun jodoh, maka dia adalah perkara ghaib karena dia termasuk dari takdir seseorang, dan tidak ada yang mengetahui apa takdirnya kecuali setelah terjadinya. Hanya saja mungkin dia bisa shalat istikharah guna menetapkan hatinya apakah calonnya bisa mendatangkan kebaikan bagi agama dan dunianya ataukah tidak, dia beristikharah kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya, wallahu a'lam.

Add comment


Security code
Refresh

Statistik Pengunjung

We have 9 guests online
Anda pengunjung ke-
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini65
mod_vvisit_counterKemarin215
mod_vvisit_counterMinggu ini1312
mod_vvisit_counterBulan ini3276
mod_vvisit_counterTotal93875

Konsultsasi Syari'ah

Ust. Kasori Mujahid

Redaksi Online

Amin santoso
:
Setyo
:
Iffah
:
Admin :

Donate Us

NO.138-0093017262
NO.521.00185.22
NO.984 2598-5