Orangtua harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai fenomena alam agar dapat memberikan jawaban tepat atas pertanyaan anak. Dari seekor semut anak dapat belajar banyak hal sekaligus. Tak hanya soal biologi dan ilmu serangga, tapi juga ilmu sosial seperti kerja sama dan gotong royong. Mengajak anak menikmati dan mengamati alam dapat menjadi ritual dan menambah pengetahuan mereka.
Kebersamaan orangtua dan anak dapat dibangun saat berjalan-jalan di taman. Bersamaan dengan itu orangtua dapat membahas dan mengaitkan banyak hal dengan benda-benda yang ada di taman, seperti bunga, rumput, pohon, serangga, burung, kolam, sungai, tong sampah dan lainya.
Belajar melalui pengalaman dan fenomena alam akan membuat kemampuan berpikir anak kian terangsang. Anak membayangkan kembali apa yang dilihatnya lalu mempertanyakannya. Misalnya, ketika diajak ke kebun binatang, rasa ingin tahu anak terpancing, dan kemudian bertanya, “Umi, kenapa kuda nil senang bermain air?” hendaknya orangtua memiliki pengetahuan yang cukup juga mengenai fenomena alam sehingga dapat memberikan jawaban yang tepat. Jika belum dapat menjawab, coba cari jawabannya bersama si kecil.
Seiring perkembangannya, ajak anak melakukan observasi di lapangan misalnya mengamati, menyentuh atau meraba dan menganalisa. Misalnya, belajar mengenal bagian-bagian dari tumbuhan, misalnya daun, akar, batang, kelopak, dan sebagainya. Tak hanya itu, paparkan pada anak masing-masing fungsinya dan bentuknya yang beragam sehinga anak belajar mengenal apa yang ada di alam melalui semua inderanya. Anak punya cara yang unik dan eksperimental untuk mengenal dunia sebagai tempat indah, misterius dan ajaib. Sehingga lingkungan alam bisa berkaitan langsung dengan perkembangan anak dan caranya mengeksplorasi sesuatu. Tumbuhan yang tumbuh di tanah, pasir dan air, merupakan sesuatu yang nyata dan bukan bohongan. Anak bisa belajar menanam pohon di tanah liat, tanah berpasir atau tanah dengan pupuk dan mengamati perkembangan pohon tersebut sehingga timbul kesimpulan, tanah mana yang cocok untuk menanam tumbuhan. Alam membuat anak berpikir lebih kreatif dengan mencoba sesuatu yang berbeda-beda.
Saat anak belajar di alam terbuka, kecelakaan mungkin bisa terjadi. Oleh sebab itu, kita mengingatkan, agar orangtua memperhitungkan kondisi medan penjelajahan anak sesuai dengan perkembangan anak. Sebaiknya orangtua mengobservasi lingkungan dulu. Pastikan tidak ada bintang yang berbahaya. Misalnya ular. Atau benda-benda yang dapat membahayakan anak seperti terlalu banyak kerikil, bebatuan atau beling. Agar anak nyaman, beri pakaian yang mendukung aktivitasnya yang disesuaikan dengan cuaca, jangan terlalu ketat, dan bahan yang menyerap keringat. Pilih sepatu yang menutupi seluruh kaki dan nyaman dipakai. Sebelum berangkat menjelajah, ingatkan agar anak tidak sembarangan memegang atau memakan benda-benda di sekitarnya, karena ada daun atau bunga yang beracun.
Lingkungan luar ruangan ini juga penting bagi perkembangan pribadi anak, yaitu kemandirian anak belajar meningkatkan kewaspadaannya saat berkegiatan di alam terbuka. Mulanya Anda bisa membuntuti setiap gerak-geriknya. Namun, jika lingkuangan sudah sangat dikenal dan anak dinilai mampu menjaga dirinya. Anda bisa melonggarkan pengawasan dengan mengamatinya. Salah satu kegiatan yang mewakili penjelajahan alam adalah kegiatan outbond. Aktivitas ini menuntut keberanian anak, yaitu berani mengambil keputusan dan menghadapi resiko serta berdisiplin. “Cara lainnya orang tua juga bisa memberikan anak pengetahuan melalui film dokumenter atau buku, namun tetap dampingi dan beri penjelasan agar anak mengerti” katanya.
Tujuan belajar dari alam agar anak belajar mengenal, dan menyanyangi lingkungan sekitarnya dan ciptaan tuhan lainnya. Misalnya, ketika anak belajar memeilhara ikan hias banyak hal yang dapat dipelajari, berikan kasih sayang ketika memberi makan atau membersihkan akuarium. Anak juga akan belajar disiplin dengan memberi makan binatang kesayangannya tepat waktu. “Tumbuhkan rasa peduli terhadap makhluk ciptaan tuhan, diharapkan kelak anak akan berguna bagi lingkungan ekosisten alam” (As)

















