Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat menghasilkan sampah sebagai sesuatu yang paling tidak diinginkan mahluk hidup lainnya di muka bumi. Manusia juga merupakan satu-satunya mahluk hidup yang dapat membersihkan dan menata sampah dengan baik.
Seorang pemulung berjalan menyeret kakinya yang telah mulai letih, di setiap tempat sampah sepanjang kampung dia mengais sampah, memisahkan sampah basah dan kering, mengambil yang kering dan bisa di daur ulang. Seperti kertas, kardus, plastik dikumpulkan dari tempat satu ke tempat yang lain, sampai ke tempat pembuangan sampah di kampung itu. Seperti mendapat rejeki berlimpah ketika ia melihat tumpukan sampah yang menggunung di sudut kampung. Dengan semangat dan penuh harap, dia mengais mengumpulkan sampah yang masih bisa dijualnya lagi untuk mencari sesuap nasi. Tiap hari itulah yang dikerjakannya. Manakala sudah tak ada lagi yang bisa diambil ia akan beralih ke tempat lain, demikian seterusnya. Ironis sekali, kalau suatu saat ia berada diujung jalan disuatu kampung membaca tulisan “Pemulung dilarang masuk”, atau dia melihat “Daerah Bebas Pemulung”. Sementara itu di ujung jalan lainnya dia memandang dari kejauhan terlihat setumpuk sampah yang menggunung tak terjamah dinas kebersihan, atau selamat dari kerja bakti penduduk kampung. Dia akan menitikkan air mata, di tengah kucuran peluhnya. Dia rupanya tidak tahu bahwa orang-orang di kampung itu berprasangka buruk terhadap oknum pemulung, karena seringnya terjadi pencurian di kampung itu. Atau banyak orang tak suka dengan oknum pemulung, karena oknum pemulung hanya mengambil sampah yang dia perlukan seperti kertas yang masih bagus, dos yang baik. Sementara sampah yang lainnya ditinggalkan berserakan di depan rumah. Atau sampah yang sudah rapih terbungkus di dalam plastik ditumpahkan, sehingga isinya berserakan di depan rumah. Sementara hanya yang baik yang dia ambil.
Kalau saja para pemulung dapat bekerja secara tertib dan benar, tentu sebagai pemulung dapat dikatakan ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan meskipun tidak mutlak. Dia mencari kehidupan dari sisa-sisa kehidupan orang lain. Seorang pemulung hanya mencari sesuap nasi untuk mempertahankan hidupnya, dan memanfaatkan kebiasaan orang lain yang hidup konsumtif dan orang-orang kaya yang serba punya keinginan yang berlebih-lebihan, Akibat pola hidup yang tidak benar itu banyak sisa kebutuhan hidup yang tak terpakai dan akhirnya menumpuk di tempat sampah.
Andai saja para pemulung itu juga mengerti akan andilnya dalam menjaga lingkungan hidup, tentu dia akan melakukan hal-hal yang benar dalam mengambil sisa barang yang tidak terpakai itu. Tidak mengambil barang orang lain yang masih terpakai, atau meninggalkan sampah yang tidak diambilnya dalam keadaan berantakan di tepi jalan. Atau juga para pemulung itu melakukannya di tempat pembuangan akhir sampah yang dikumpulkan dari rumah-rumah penduduk oleh Dinas Kebersihan kota.
Apa yang dilakukan oleh pemulung bahwa ada hikmah di dalamnya, selain sampah juga memberikan lapangan kerja bagi para pemulung yang bekerja dengan baik dan benar. Pemulung juga membantu proses daur ulang, dari barang-barang yang tidak terpakai, Selain itu, pemulung juga mengurangi tumpukan sampah, yang bila hujan turun dapat menutup saluran air, selokan, bahkan sungai-sungai sehingga menimbulkan banjir. Kertas yang dikumpulkan oleh para pemulung kemudian, dijual ke pengumpul, yang akhirnya akan kembali ke pabrik-pabrik kertas untuk diolah kembali menjadi kertas yang siap pakai. Demikian juga dengan potongan besi, akan kembali ke pabrik pengolahan besi dan menjadi besi-besi yang bisa dipergunakan lain. Yang demikian ini dikatakan sebagai proses daur ulang.
Pemanfaatan barang bekas yang tidak dipakai sebetulnya bisa dilakukan oleh setiap orang bukan hanya para pemulung, misalnya potongan-potongan kain oleh orang yang kreatif akan dikumpulkan kemudian dapat dibuat baju yang pantas dan bagus untuk dipakai. Kaleng bekas dapat dimanfaatkan untuk tempat-tempat tanaman hias. Atau pekerjaan lainnya yang memanfaatkan barang tidak terpakai menjadi barang yang menarik dan bagus untuk dipakai. Selain itu juga, kita dapat melakukan langkah-langkah menimbun sampah-sampah organik ke dalam tanah sehingga akan terjadi proses pembusukan di dalam tanah sehingga sampah itu kelak dapat dipergunakan sebagai pupuk hijau.
Sungguh, siapapun orangnya yang jeli dalam memerhatikan lingkungan hidup, tentu akan mencoba melakukan proses ini. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat menghasilkan sampah sebagai sesuatu yang paling tidak diinginkan mahluk hidup lainnya di muka bumi. Manusia juga merupakan satu-satunya mahluk hidup yang dapat membersihkan dan menata sampah dengan baik.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan di bumi ini bukan termasuk orang yang telah mendapatkan peringatan Allah swt dalam Al-Qur'an "Janganlah membuat kerusakan di muka bumi", mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (Q.S. Al-Baqarah/2: 11). Keingkaran mereka disebabkan karena keserakahan mereka dan mereka mengingkari petunjuk Allah swt dalam mengelola bumi ini. Sehingga terjadilah bencana alam dan kerusakan di bumi karena ulah tangan manusia. Marilah kita jaga lingkungan hidup ini sebaik-baiknya, agar hidup kita juga dijaga lingkungan. (As)














